Ada banyak amalan dalam Islam yang terlihat sederhana, tetapi memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang Muslim. Memahami sunnah muakkah adalah langkah awal untuk mengetahui ibadah sunnah yang sangat ditekankan oleh Rasulullah ﷺ sehingga layak dijaga dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika anak mulai mengenal perbedaan antara ibadah wajib dan sunnah, mereka sebenarnya sedang belajar membangun kecintaan terhadap ajaran Islam secara bertahap. Pengetahuan tersebut akan semakin bermakna ketika disertai pembiasaan adab, ibadah, dan akhlak sehingga sunnah tidak berhenti sebagai teori, tetapi menjadi bagian dari karakter.
Sunnah Muakkadah Adalah Apa yang Dimaksud
Secara sederhana, sunnah muakkadah adalah amalan sunnah yang sangat ditekankan dalam syariat karena Rasulullah ﷺ senantiasa mengerjakannya atau memberikan perhatian khusus terhadapnya. Amalan ini berada pada kategori sunnah, sehingga berbeda dengan ibadah wajib yang meninggalkannya berdosa.
Namun, kedudukan sunnah muakkadah tidak boleh dipahami sebagai amalan yang boleh disepelekan. Seorang Muslim dianjurkan untuk menjaganya karena membiasakan sunnah dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah ﷺ.
Dalam pendidikan Islam, pemahaman mengenai sunnah muakkadah juga dapat menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan anak. Anak dapat dikenalkan bahwa beribadah bukan sekadar memenuhi kewajiban, tetapi juga belajar mencintai berbagai amalan yang dicontohkan Rasulullah ﷺ.
Baca Juga Artikel Menarik Lainnya: Anak Mandiri dan Hafiz Quran? Bongkar Alasan SDIT Sunnah Jakarta Barat Diserbu Pendaftar
Perbedaan Sunnah Muakkadah dengan Sunnah Biasa
Sunnah secara umum mencakup berbagai perkataan, perbuatan, persetujuan, dan petunjuk Rasulullah ﷺ. Dalam pembahasan fikih, para ulama kemudian menjelaskan adanya amalan sunnah yang memiliki tingkat penekanan berbeda.
Sunnah muakkadah termasuk amalan yang mendapatkan penekanan lebih kuat. Karena itu, seorang Muslim sebaiknya memberikan perhatian serius untuk mempertahankannya sebagai bagian dari rutinitas ibadah.
Beberapa gambaran yang dapat membantu memahami perbedaannya antara lain:
- Sunnah muakkadah memiliki penekanan yang lebih kuat untuk dikerjakan.
- Sunnah ghairu muakkadah merupakan amalan sunnah yang juga dianjurkan, tetapi tingkat penekanannya tidak sama.
- Ibadah wajib memiliki kedudukan yang berbeda karena meninggalkannya tanpa uzur merupakan perkara yang berdosa.
Perbedaan tersebut penting diajarkan dengan bahasa yang mudah, terutama kepada anak. Tujuannya agar mereka dapat memahami tingkatan amalan tanpa menganggap bahwa seluruh ibadah sunnah memiliki kedudukan yang sama.
Contoh Amalan Sunnah Muakkadah dalam Kehidupan Sehari-hari
Mengenal pengertiannya saja tentu belum cukup. Berikut beberapa contoh amalan yang sering dibahas dalam kategori sunnah muakkadah sehingga lebih mudah dipahami ketika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
1. Shalat Sunnah Rawatib

Shalat sunnah rawatib merupakan shalat sunnah yang berkaitan dengan shalat fardu dan dikerjakan sebelum atau sesudahnya. Beberapa shalat rawatib sangat ditekankan untuk dijaga berdasarkan tuntunan Rasulullah ﷺ.
- Dilaksanakan berkaitan dengan shalat wajib.
- Ada yang dikerjakan sebelum shalat fardu dan ada yang sesudahnya.
- Membiasakannya membantu membangun kedisiplinan dalam ibadah.
Bagi anak, pembiasaan shalat sunnah dapat diperkenalkan secara bertahap sesuai usia dan kemampuan. Pendampingan orang tua serta lingkungan pendidikan yang baik dapat membuat aktivitas tersebut terasa dekat dengan kehidupan mereka.
Kebiasaan tersebut juga dapat menanamkan pemahaman bahwa waktu shalat memiliki nilai penting dalam rutinitas harian. Anak belajar mengatur kegiatan sekaligus memberikan ruang khusus untuk beribadah kepada Allah.
2. Shalat Witir

Shalat witir merupakan shalat sunnah yang dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil dan memiliki kedudukan yang sangat dianjurkan. Rasulullah ﷺ memberikan perhatian besar terhadap shalat ini sehingga umat Islam dianjurkan untuk menjaganya.
- Dikerjakan setelah shalat Isya hingga sebelum terbit fajar.
- Jumlah rakaatnya ganjil.
- Dapat menjadi penutup rangkaian shalat malam.
Mengenalkan witir kepada anak dapat dilakukan melalui pembiasaan sederhana di lingkungan keluarga. Anak juga dapat diberi pemahaman mengenai waktu pelaksanaannya tanpa membuat proses belajar agama terasa berat.
Ketika ibadah dilakukan secara konsisten, anak akan mulai mengenali pola ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Dari sana, kecintaan terhadap ibadah dapat tumbuh melalui pengalaman yang positif dan berulang.
3. Shalat Idul Fitri dan Idul Adha

Shalat Id merupakan salah satu syiar Islam yang dilaksanakan secara berjamaah pada hari raya. Dalam pembahasan fikih, hukum shalat Id memiliki perincian pendapat di kalangan ulama, sehingga pembahasannya perlu disampaikan sesuai rujukan yang digunakan.
- Shalat Idul Fitri dilaksanakan pada hari raya setelah Ramadan.
- Shalat Idul Adha dilaksanakan pada hari raya kurban.
- Pelaksanaannya menjadi momentum berkumpul dan memperkuat ukhuwah.
Anak dapat diajak memahami makna hari raya melalui pengalaman mengikuti rangkaian ibadah bersama keluarga. Dengan demikian, hari raya tidak hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi juga kesempatan untuk mengenalkan nilai ketaatan dan syiar Islam.
Pembelajaran seperti ini membantu anak melihat hubungan antara ilmu agama dan kehidupan nyata. Mereka dapat memahami bahwa ajaran Islam hadir dalam berbagai aktivitas yang dilakukan bersama masyarakat.
4. Adzan dan Iqamah dalam Shalat

Adzan merupakan seruan untuk memberitahukan masuknya waktu shalat, sedangkan iqamah menjadi tanda dimulainya pelaksanaan shalat berjamaah. Keduanya memiliki kedudukan penting dalam syiar dan pelaksanaan ibadah umat Islam.
- Adzan berkaitan dengan pemberitahuan masuk waktu shalat.
- Iqamah menjadi tanda dimulainya shalat berjamaah.
- Keduanya mengajarkan kedisiplinan dan kesiapan beribadah.
Anak yang dibiasakan mendengar adzan dapat belajar mengenali waktu-waktu shalat. Jika disertai penjelasan yang sesuai usia, mereka juga dapat memahami bahwa adzan merupakan panggilan untuk mengingat Allah.
Lingkungan sekolah yang mendukung pembiasaan ibadah dapat memperkuat proses tersebut. Nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan tanggung jawab kemudian dapat berkembang bersamaan dengan pembelajaran agama.
5. Shalat Tarawih pada Bulan Ramadan

Shalat tarawih merupakan shalat malam yang dikerjakan pada bulan Ramadan. Amalan ini menjadi salah satu ibadah yang sangat dikenal dalam kehidupan umat Islam selama bulan penuh keberkahan tersebut.
- Dilaksanakan setelah shalat Isya pada bulan Ramadan.
- Dapat dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri.
- Menjadi sarana memperbanyak ibadah pada bulan Ramadan.
Bagi anak, Ramadan dapat menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan berbagai bentuk ibadah secara bertahap. Mereka dapat diajak mengikuti shalat tarawih sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.
Pengalaman tersebut dapat membangun suasana religius yang menyenangkan. Anak juga belajar bahwa bulan Ramadan merupakan waktu untuk meningkatkan ibadah, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan memperbaiki akhlak.
6. Membiasakan Ibadah Sunnah dalam Pendidikan Anak

Pembahasan sunnah muakkadah menjadi semakin penting ketika dikaitkan dengan pendidikan. Anak membutuhkan contoh konkret agar nilai yang dipelajari dapat berkembang menjadi kebiasaan.
- Orang tua memberikan teladan dalam menjalankan ibadah.
- Guru menjelaskan dasar ibadah dengan bahasa yang sesuai usia.
- Sekolah menciptakan lingkungan yang mendukung pembiasaan amal dan adab.
Pendidikan berbasis Islam dapat membantu anak mengenal ibadah melalui pendekatan yang menyatukan ilmu, pembiasaan, dan keteladanan. Proses tersebut juga perlu memperhatikan tahap perkembangan anak agar pembelajaran agama terasa bermakna.
Ketika rumah dan sekolah memiliki arah pendidikan yang selaras, anak mendapatkan lingkungan yang lebih konsisten. Dari sinilah pendidikan dapat membantu menumbuhkan kecintaan kepada Allah, Rasulullah ﷺ, Al-Qur'an, dan As-Sunnah.
Mengapa Pemahaman Sunnah Penting bagi Pendidikan Anak
Memahami sunnah bukan sekadar mengetahui istilah dalam pelajaran agama. Anak perlu mengenal bagaimana tuntunan Islam diterapkan dalam perilaku, ibadah, adab, dan hubungan dengan orang lain.
Pendidikan yang mengintegrasikan nilai Islam dapat menjadi ruang bagi anak untuk menghubungkan pengetahuan dengan praktik. Mereka dapat belajar bahwa akhlak mulia, kemandirian, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap ilmu merupakan bagian penting dari proses tumbuh menjadi pribadi yang baik.
Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan pendidikan anak di era modern. Anak perlu memiliki kemampuan akademik sekaligus fondasi iman dan akhlak agar mampu menghadapi perubahan zaman dengan prinsip yang kuat.
Pendidikan Berbasis Fitrah di Sekolah FINSA
Konsep pendidikan berbasis fitrah menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu orang tua memilih lingkungan pendidikan bagi anak. Fitrah Tunas Bangsa atau FINSA mengembangkan pendidikan yang berlandaskan Al-Qur'an dan Hadits serta berupaya menumbuhkan fitrah iman, Islam, kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, sekaligus fitrah belajar setiap anak.
FINSA memiliki visi "Menjaga Fitrah, mengembangkan sesuai Sunnah, membentuk akhlak mulia dan mencerdaskan tunas bangsa." Arah tersebut menunjukkan perhatian terhadap keseimbangan antara pendidikan agama, perkembangan potensi anak, dan pembentukan karakter.
Pada jenjang TKIT FINSA, pembelajaran mencakup program diniyah seperti Aqidah, Fiqih, Sirah, Hadits, doa harian, tahsin, dan tahfiz. Sementara itu, SDIT FINSA mengembangkan karakter iman, karakter belajar, dan karakter bakat melalui berbagai program pembelajaran serta kegiatan ekstrakurikuler.
Pendekatan tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi orang tua yang ingin memberikan lingkungan pendidikan Islam kepada anak. Informasi lebih lanjut mengenai program dan profil FINSA dapat dilihat melalui sekolahfinsa.sch.id.
Jadikan Pendidikan Islam sebagai Bekal Anak Tumbuh dengan Fitrah dan Akhlak Mulia
Memahami sunnah muakkadah adalah salah satu bagian dari proses mengenalkan anak kepada ajaran Islam secara lebih terarah. Ketika pengetahuan agama dipadukan dengan keteladanan, pembiasaan ibadah, pengembangan potensi, dan pendidikan akhlak, anak memiliki kesempatan untuk tumbuh dengan fondasi yang lebih kuat.
Jika Anda sedang mencari lingkungan pendidikan Islam yang berupaya mengintegrasikan Al-Qur'an dan As-Sunnah dengan perkembangan potensi anak, Fitrah Tunas Bangsa atau FINSA dapat menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan. Kunjungi sekolahfinsa.sch.id untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai program pendidikan FINSA.
Untuk mendapatkan informasi dan konsultasi lebih lanjut, Anda juga dapat menghubungi WhatsApp 082123458154 melalui WhatsApp FINSA.
Chat Langsung via WhatsApp: